Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS 2 IDENTITAS NASIONAL
Nama:  Rizky Akbar Fitria Anggraeni
Kelas:    2EA21
NPM:    16212586

1.  Masalah identitas Nasional muncul akhir-akhir ini lebih di karenakan                    kekhawatiran sebagian pihak atas semakin mengikisnya kebanggaan        terhadap budaya Nasional. Atribut Nasional yang mencirikan identitas      Nasional. Menurut saudara mengapa kekhawatiran itu timbul ? Dan             bagaimana mengatasinya ?
Jawab:
Karena masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa kekhawatiran terhadap budaya nasional seperti melalui musik, gaya kehidupan, pakaian dan teknologi yang semakin canggih yang dimiliki oleh kebudayaan asing. Cara mengatasinya, dengan mempunyai rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri dan mengetahui lebih dalam kebudayaan kita. 

2. Identitas Nasional tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui evolusi dan proses panjang. Bagaimanakah proses pembentukan identitas Nasional tersebut ?
Jawab:
Identitas nasional tumbuh dan berkembang berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas. Suatu identitas nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas pendefinisian diri mereka yang diakui, yakni kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri bersama mereka. Kesadaran akan penghargaan diri diwujudkan dalam bentuk nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif yang dianut bersama. Nilai merupakan konsep yang sangat umum mengenai hal yang bernilai, berharga, diinginkan, suatu kriteria untuk menentukan tindakan-tindakan mana yang harus diambil. 

3.  Wujud dari identitas Nasional antara lain adalah Patriotisme dan   Nasionalisme. Jelaskan perbedaan keduanya dan bagaimana keduanya dapat         membentuk identitas Nasional ?
Jawab:
Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga. Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Membentuk identitas nasional dengan bangga atas kebajikan suatu negara dan bersemangat untuk memperbaiki kekurangan tersebut, tetapi juga mengakui patriotisme yang sah dari negara lain, dengan kebajikan mereka sendiri yang spesifik sedangkan nasionalisme merasa dirinya lebih unggul.

4. Wujud negatif dari identitas Nasional adalah Chauvinisme. Jelaskan mengapa       sikap ini negatif pengaruhnya terhadap identitas Nasional ?
Jawab:
Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. Pengaruh negatif terhadap identitas nasional :
a.      Menolak kebudayaan yang positif dari bangsa lain
b.      Tidak adanya hubungan harmonis antar bangsa lain contoh seperti malaysia dengan Indonesia dan sebagainya
c.       Menolak Warga Negara Asing (WNA)
d.      Menjadi anti sosial terhadap bangsa lain

5. Terkadang identitas Nasional berseberangan dengan identitas pribadi.       Bagaimana sebaiknya menurut saudara mengharmonisasikan kedua hal    tersebut sehingga bisa berjalan berdampingan ?
Jawab:
Bisa menghargai pendapat yang satu dengan  yang lain
                        Tidak mengutamakan kepentingan pribadi
                        Harus mempunyai rasa partisipasiyang tinggi

6.  Globalisasi yang melanda dunia saat ini bisa berdampak positif dan negatif          bagi identitas Nasional. Agar dapat memanfaatkan gerakan dimaksud untuk        sebesar-besar kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa harus mengancam   identitas Nasional bangsa Indonesia, menurut saudara apa tindakan yang    harus diambil ?


Jawab:

Tindakan yang harus diambil agar identitas nasional kita tidak tergerus karena globalisasi adalah dengan memanfaatkan hasil positif tersebut, ketika hubungan baik terjalin maka hal yang dilakukan adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi yang ada di negara kita dalam hal ini ekspor dan impor, bagaimana kita kita mampu mengekspor potensi tersebut dan ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia akibat globalisasi yang memang mengancam eksistensi jati diri bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar