Jumat, 04 Desember 2015

 1.      Contoh kasus immoral manajemen: munculnya teknologi Hp., dengan menggunakan Hp setiap orang bisa berkomunikasi jarak jauh dimanapun dia berada, Apalagi sekarang berkembang sebuah teknologi baru yang disebut dengan teknologi 3G(Thirdd-Generation), dimana komunikasi tatap muka akan bias kita nikmati dari jarak jauh. Namun disisi lain, kemudahan yang diperoleh dengan kemajuan teknologi informasi ini banyak juga dimanfaatkan untuk memperkaya kepentingan pribadi sebagian orang.

Contoh kasus ammoral manajemen: Berulang-ulangnya kebakaran hutan belakangan ini karena beberapa palanggaran hukum oleh para perusahaan kayu dan perkebunan kelapa sawit. Biasanya para pelaku memiliki beberapa motif dalam menjalankan aktivitasnya. Motif pertama adalah mendapatkan kayu secara illegal. Beberapa perusahaan yang sengaja membakar hutan tersebut sebenarnya adalah Perusahaan yang telah melakukan pencurian kayu, sehingga untuk menghilangkan jejaknya mereka melakukan penebangan hutan secara sengaja. Hal ini dibuktikan dengan melihat tunggal pohon bekas potongan gergaji mesin.
Motif kedua adalah mempecapat pembersihan lahan. Misalnya bagi perusahaan yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Hasil temuan dari LSM Save Our Borneo (SOB) aktifitas pembakaran ini di lakukan pada malam hari pada blok yang baru dibuka dan berdekatan dengan hutan cara itu adalah salah satu cara untuk menghilangkan jejak yaitu bila api menyebar kehutan, maka yang disalahkan adalah komunitas yang melakukan pembakatan.

Contoh kasus moral: terlihat pada berita di banyak stasiun TV baru-baru ini mengenai maraknya pembegalan kendaraan bermotor. Keberanian sang pembegal yang tidak tanggung merampas harta benda pemilik motor hingga menghilangkan nyawa korban tentulah mencerminkan bahwa pelaku pembegalan tersebut tidak lagi bisa membedakan hal yang baik atau yang buruk, bahkan mungkin mereka tidak lagi memiliki rasa takut terhadap Tuhan dan sungguh, hal ini sangat merusak moral.
2.       Pengertian Agama : Sistem atau prinsip kepercayaan kepada adanya kekuasaan mengatur yang bersifat luar biasa yang berisi norma-norma atau peraturan yang menata bagaimana cara manusia berhubungan dengan Tuhan dan bagaimana manusia hidup yang berkelanjutan sampai sesudah manusia itu mati.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
Filosofi adalah studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan.
Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan hidup yang berisikan suatu perintah dan larangan atau perizinan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu hal, hukum bersifat memaksa serta dengan maksud untuk mengatur tata tertib dalam kehidupan bermasyarakat. 
3.      Tokoh kepemimpinan favorit: Salah satu contoh kesuksesan wanita yang mampu ncak kepemimpinan salah satu bidang bisnis telekomunikasi besar di Indonesia bisa kita lihat dari sosok seorang Dian Siswarini. Wanita berkacamata yang satu ini merupakan lulusan teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1991. Setelah lulus dari jenjang pendidikan S1, Dian sempat bekerja di PT. Citra San Makmur sebagai supervisor divisi engineering. Di tahun 1994, Dian sempat berpindah kerja ke PT. Satelindo (sekarang menjadi perusahaan Indosat) selama 2 tahun. Dian menyatakan bahwa perempuan mampu memegang jabatan sebagai pemimpin karena memiliki spatial ability. Kemampuan ini membuat wanita bisa melakukan multi-tasking secara efektif untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang berbeda dalam waktu yang bersamaan itulah gaya kepemimpinan yang beliau pakai hingga saat ini.

4.      Strategi performasi karakter individu budaya organisasi merupakan satuan norma yang terdiri dari keyakinan, sikap, core value, dan pola perilaku yang dilakukan orang dalam organisasi. Keyakinan  bersama,  core  value  dan  pola  perilaku memengaruhi kinerja organisasi. Budaya organisasi seperti membantu mengarahkan sumber daya manusia pada pencapaian visi, misi dan tujuan. Di samping itu, budaya organisasi akan meningkatkan kekompakan tim antar berbagai organisasi departemen, divisi atau unit dalam organisasi sehingga mampu menjadi perekat yang mengikat orang dalam organisasi bersama-sama. Organisasi dengan budaya yang kuat dan positif memungkinkan orang merasa  termotivasi  untuk  berkembang  untuk  berkembang,  belajar  dan memperbaiki diri.

DR.A SONNY KERAF, ETIKA BISNIS tuntutan dan relevansinya bab II
http://ayubriliana.blogspot.co.id/2015/11/ayu-briliana-4ea18-11212278-etika.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar